Tak
sedikit orang mengartikan bahwa shodaqoh identik dengan materi berupa uang.
Pandangan seperti itu seharusnya dapat diperluas. Mengapa? Karena shodaqoh
memiliki arti yang luas, tidak hanya sebatas identik dengan uang tetapi juga
salah satunya yaitu berupa senyuman. Ya! Senyum juga salah satu bentuk ibadah
yang termasuk shodaqoh.
Dalam
hadits yang diriwayatkan oleh Ad-Dailamy, Rasulullah SAW bersabda,
“Sesungguhnya pintu-pintu kebaikan itu banyak: tasbih, tahmid, takbir, tahlil
(dzikir), amar ma’ruf nahyi munkar, menyingkirkan
penghalang (duri, batu) dari jalan, menolong orang, sampai senyum kepada saudara pun adalah shodaqoh.” Sangat jelas dari hadits tersebut, senyum merupakan semudah-mudahnya shodaqoh. Namun terkadang manusia tidak sadar akan fakta tersebut. Tak perlu mengeluarkan tenaga yang besar untuk tersenyum, tak sedikit pun harus mengeluarkan uang terlebih dahulu untuk tersenyum. Cukup dengan keikhlasan, senyum akan menjadi shodaqoh.
penghalang (duri, batu) dari jalan, menolong orang, sampai senyum kepada saudara pun adalah shodaqoh.” Sangat jelas dari hadits tersebut, senyum merupakan semudah-mudahnya shodaqoh. Namun terkadang manusia tidak sadar akan fakta tersebut. Tak perlu mengeluarkan tenaga yang besar untuk tersenyum, tak sedikit pun harus mengeluarkan uang terlebih dahulu untuk tersenyum. Cukup dengan keikhlasan, senyum akan menjadi shodaqoh.
Kita
sebagai seorang muslim, baiknya menghiasi wajah dengan senyuman untuk
saudara-saudara kita, baik itu yang dikenal maupun yang tidak dikenal. Walaupun
demikian tetap ada batasan yang sewajarnya. Namun kepada yang dikenal saja
terkadang untuk tersenyum itu hanya pada waktu dan keadaan tertentu saja,
apalagi kepada yang tidak dikenal. Padahal kapan pun dan bagaimana pun keadaan
kita, senyum kepada sesama itu mestinya tetap dilakukan. Selain itu adalah
ibadah, setidaknya juga kita telah mencoba menutupi kesedihan atau keadaan yang
memang sulit untuk kita.
Mungkin
seringkali kita beranggapan bahwa untuk apa senyum jika orang yang bertemu atau
pun berpapasan dengan kita juga tidak senyum kepada kita. Sebaiknya hilangkan
pemikiran seperti itu. Dengan kita memulai, orang lain pasti mengikuti dan
membalas senyum kita asalkan ikhlas. Biarkan kita yang memulai senyuman,
memulai kebaikan, dan hendaknya tanamkan dalam pikiran kita bahwa semudah-mudah
shodaqoh adalah senyum. :)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar